Powered by Blogger.

ARSIP

TRAVELINEWS

TRAVELINEWS

TRANSLATE

PENGUNJUNG

Showing posts with label WISATA RELEGI. Show all posts
Showing posts with label WISATA RELEGI. Show all posts

Wisata Relegi di Jawa Timur

Berkunjung atau mau berkunjung ke Provinsi Jawa Timur (Jatim), ada beberapa tempat wisata relegi yang bisa Anda kunjungi. Sejumlah wisata relegi di daerah ini, diantaranya:


Makam Sunan Ampel, Surabaya
Makan yang mempunyai keunikan sebagai daya tarik ziarah




Makam Sunan Giri, Gresik
Makam seorang Wali Songo



Makam Sunan Drajad, Lamongan
Makam seorang Wali Songo



Makam Bung Karno, Kota Blitar
Tokoh yang sangat berjasa atas berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia
 


Gereja Puh Sarang, Kota Kediri
Arsitektur bangunannya yang unik dengan mengadopsi budaya lokal (Jawa)



Pura Mandaragiri, Lumajang
Pura yang dituakan oleh masyarakat Hindu



Makam Maulana Malik Ibrahim, Gresik
Makam seorang syeh peyebar agama Islam



Makam Sendang Duwur, Lamongan
Tokoh penting dalam menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa.
 


Makam Sunan Bonang, Tuban
Salah satu tokoh Wali Songo
 


Makam Ki Agung Bungkul, Surabaya
Seorang nayaka (kejawen) yang kemudian menjadi mertua Sunan Giri
 


Sanggar Agung (Hong Shan Tang), Surabaya
Merupakan tempat ibadah bagi penganut Tri Dharma (Buddha, Kong Hu Cu dan Tao)
 


Makam Sunan Prapen, Gresik
Seorang empu yg karyanya terkenal dengan nama Keris Suro Angun-angun



Vihara Alokitesvara, Pamekasan
Dalam komplek terdapat Musholla, Gereja dan Pura yang melambangkan kerukunan umat beragama
 


Asta Tinggi, Sumenep
Pemakaman raja-raja Sumenep 
 


Masjid Agung, Sumenep
Masjid kuno di pusat kota
 


Makam Waliyullah “Syaichona Cholil”, Bangkalan
Waliyullah Syaichona Cholil merupakan ulama besar yang lahir di Bangkalan
 


Aer Mata Ebhu, Bangkalan
Makam para Raja Madura Barat (Bangkalan), dengan ornament yang cukup unik dan menarik

Wisata Religi Makam Sunan Gunung Jati


A. Selayang Pandang

Kota Cirebon merupakan salah satu kota di Jawa Barat yang cukup terkenal berkat adanya makam Syarif Hidayatullah, seorang mubaligh, pemimpin spiritual, dan sufi yang juga dikenal dengan sebutan Sunan Gunung Jati. Peristirahatan terakhir Sunan Gunung Jati dan keluarganya ini disebut dengan nama Wukir Sapta Rengga. Makam ini terdiri dari sembilan tingkat, dan pada tingkat kesembilan inilah Sunan Gunung Jati dimakamkan. Sedangkan tingkat kedelapan ke bawah adalah makam keluarga dan para keturunannya, baik keturunan yang dari Kraton Kanoman maupun keturunan dari Kraton Kasepuhan.
Di makam ini terdapat pasir malela yang berasal dari Mekkah yang dibawa langsung oleh Pangeran Cakrabuana, putera Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi dari Kerajaan Padjadjaran. Karena proses pengambilan pasir dari Mekkah itu membutuhkan perjuangan yang cukup berat, maka pengunjung dan juru kunci yang akan keluar dari kompleks makam ini harus membersihkan kakinya terlebih dahulu, agar pasir tidak terbawa keluar kompleks walau hanya sedikit. Larangan tersebut merupakan instruksi langsung dari Pangeran Cakrabuana sendiri.
Makam yang menempati lahan seluas 4 hektar ini merupakan obyek wisata ziarah yang banyak dikunjungi oleh para wisatawan/peziarah baik dari Cirebon maupun kota-kota sekitarnya. Kedatangan para peziarah itu biasanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu seperti Jumat Kliwon, peringatan maulud Nabi Muhammad SAW, ritual Grebeg Syawal, ritual Grebeg Rayagung, dan ritual pencucian jimat.

B. Keistimewaan

Bangunan makam Sunan Gunung Jati memiliki gaya arsitektur yang unik, yaitu kombinasi gaya arsitektur Jawa, Arab, dan Cina. Arsitektur Jawa terdapat pada atap bangunan yang berbentuk limasan. Arsitektur Cina tampak pada desain interior dinding makam yang penuh dengan hiasan keramik dan porselin. Selain menempel pada dinding makam, benda-benda antik tersebut juga terpajang di sepanjang jalan makam. Semua benda itu sudah berusia ratusan tahun, namun kondisinya masih terawat. Benda-benda tersebut dibawa oleh istri Sunan Gunung Jati, Nyi Mas Ratu Rara Sumandeng dari Cina sekitar abad ke-13 M. Sedangkan arsitektur Timur Tengah terletak pada hiasan kaligrafi yang terukir indah pada dinding dan bangunan makam itu.
Keunikan lainnya tampak pada adanya sembilan pintu makam yang tersusun bertingkat. Masing-masing pintu tersebut mempunyai nama yang berbeda-beda, secara berurutan dapat disebut sebagai berikut: pintu gapura, pintu krapyak, pintu pasujudan, pintu ratnakomala, pintu jinem, pintu rararoga, pintu kaca, pintu bacem, dan pintu kesembilan bernama pintu teratai. Semua pengunjung hanya boleh memasuki sampai pintu ke lima saja. Sebab pintu ke enam sampai ke sembilan hanya diperuntukkan bagi keturunan Sunan Gunung Jati sendiri.
Kompleks makam ini juga dilengkapi dengan dua buah ruangan yang disebut dengan Balaimangu Majapahit dan Balaimangu Padjadjaran. Balaimangu Majapahit merupakan bangunan yang dibuat oleh Kerajaan Majapahit untuk dihadiahkan kepada Sunan Gunung Jati sewaktu ia menikah dengan Nyi Mas Tepasari, putri dari salah seorang pembesar Majapahit yang bernama Ki Ageng Tepasan. Sedangkan Balaimangu Padjadjaran merupakan bangunan yang dibuat oleh Prabu Siliwangi untuk dihadiahkan kepada Syarif Hidayatullah sewaktu ia dinobatkan sebagai Sultan Kesultanan Pakungwati (kesultanan yang merupakan cikal bakal berdirinya Kesultanan Cirebon).
Selain terkenal dengan arsitektur bangunannya yang unik, obyek wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati ini juga terkenal dengan berbagai macam ritualnya, yaitu ritual Grebeg Syawal, Grebeg Rayagung, dan pencucian jimat. Grebeg Syawal ialah tradisi tahunan yang diselenggarakan setiap hari ke 7 di bulan Syawal, untuk mengenang dan melestarikan tradisi Sultan Cirebon dan keluarganya yang berkunjung ke makam Sunan Gunung Jati setiap bulan itu. Sedangkan Grebeg Rayagung ialah kunjungan masyakat setempat ke makam yang diadakan setiap hari raya Iduladha. Selain itu, terdapat juga ritual tahunan pada hari ke-20 di bulan Ramadhan, tradisi itu disebut “pencucian jimat” dan benda-benda pusaka (gamelan dan seperangkat alat pandai besi) yang merupakan benda peninggalan Sunan Gunung Jati. Tradisi ini dilaksakan setelah shalat shubuh, bertujuan untuk memperingati Nuzulul Qur‘an yang jatuh pada tanggal 17 Ramadhan.


Para penjaga makam sedang beristirahat di serambi
Makam Sunan Gunung Jati

C. Lokasi

Makam Sunan Gunung Jati terletak di Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Propinsi Jawa Barat, Indonesia.

D. Akses

Makam Sunan Gunung Jati berjarak kurang lebih 6 km ke arah utara dari Kota Cirebon. Untuk menuju lokasi makam ini pengunjung dapat menggunakan kendaran pribadi (mobil) atau naik angkutan umum (bus) dari Terminal Cirebon. Dari terminal ini, pengunjung naik bus jurusan Cirebon—Indramayu dan turun di lokasi. Perjalanan dari Cirebon menuju lokasi makam ini biasanya membutuhkan waktu kurang lebih 15 menit.

E. Harga Tiket

Memasuki obyek wisata ziarah makam Sunan Gunung Jati ini tidak dipungut biaya. Namun, para pengunjung dapat menyumbang dana seikhlasnya pada kotak sumbangan yang terletak di setiap pintu masuk kompleks makam itu.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Di area makam Sunan Gunung Jati terdapat fasilitas seperti penginapan, warung makan, masjid, pendopo, Paseban Besar (pendopo tempat penerimaan tamu), Paseban Soko (tempat untuk bermusyawarah), parkir luas, dan alun-alun. Di lokasi ini juga terdapat pedagang kaki lima, kios cendramata, kios buah-buahan, dan lain-lain.

Wisata Relegi di Sumatera Barat


Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) terkenal dengan adat dan agamanya yang kuat.
Maka dari itu, Sumatera Barat memiliki tempat-tempat wisata berdasarkan religius, dan beberapa diantaranya :

Makam Syeh Burhanuddin di Ulakan Pariaman
Makam Keramat Tanjung Lilin
Rumah Gadang Mande Rubiah Di Lunang
Permainan Luka Gila
Debus
Batu Angkek-Angkek
Surau Dan Ikan Larangan Lubuak Landua

Taman Alam Lumbini, Sumatera Utara

Buat apa jauh-jauh ke luar negeri kalau bisa mendapatkannya di negeri sendiri? Buat apa memperkaya devisa Negara lain kalau bisa memperkenalkan wisata negara kita ke khalayak internasional? Dimaksudkan di atas adalah tentunya wisata yang ada di negara kita sendiri. Bila Anda berkunjung ke Medan, disarankan jangan berhenti sampai di kota itu saja, sebab Anda bisa mengeksplorasi daerah-daerah lain di luar Medan yang menawarkan atraksi wisata yang luar biasa. Diantaranya bisa Anda temukan di Tanah Karo.
Terletak di Desa Tongkoh, Kecamatan Dolatrayat, Kabupaten Karo, terdapat sebuah atraksi wisata yang membuat Anda tidak merasa di Indonesia. Destinasi wisata ini adalah Taman Alam Lumbini. Letaknya 50 km dari Medan, memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan dengan berkendara, sangat dekat dengan tujuan wisata lainnya, yaitu Berastagi.
Untuk masuk ke kawasan Taman Alam Lumbini, Anda tidak akan dipungut biaya untuk tiket masuk sepeser pun. Bagi setiap pengunjung yang memasuki lokasi Taman Alam Lumbini hanya diminta untuk mengisi buku tamu yang terdapat di depan gerbang masuk. Namun tenang saja, karena objek tujuan wisata ini dikelola dengan manajemen profesional. Objek wisata ini sudah memperlengkap diri dengan fasilitas penunjang yang akan menyamankan para pengunjung yang datang untuk berwisata ke tempat ini.
Taman Alam Lumbini seluas 3 hektar ini memiliki beberapa keistimewaan yang menarik para wisatawan untuk berkunjung. Yang paling menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang ke Taman Alam Lumbini adalah keberadaan replika Pagoda Shwedagon yang berada di Myanmar. Pagoda yang terdapat di Taman Alam Lumbini ini merupakan replika tertinggi kedua yang berada di luar Myanmar, dan merupakan pagoda tertinggi di Indonesia. Pagoda ini telah dibuka untuk umum sejak 2010.
Untuk menuju ke Pagoda ini, Anda akan melewati sebuah jembatan gantung sebagai infrastruktur penyebarangan yang dipadukan dengan puluhan lentera yang bergelantungan. Jembatan gantung sepanjang 20 meter ini dikenal dengan nama Titi Lumbini. Di bawahnya terdapat taman yang indah yang ditata dengan apik dan menarik, sebagai harmonisasi dari suasana hutan alam di sekelilingnya. Udara yang sejuk juga akan selalu mengiringi jalan-jalan Anda menuju Pagoda yang pastinya sudah Anda nanti-nantikan. Ini akan menjadi jalan-jalan yang berkesan.
Sesampainya di area Pagoda, Anda seolah disambut oleh kemegahan Replika Pagoda Shwedagon yang bercat emas dengan arsitektur yang begitu indah. Relief-relief unik dan patung-patung Buddha menghiasi bangunan utama Pagoda ini. Di sebelah kiri bangunan utama Pagoda, terdapat sebuah menara yang memiliki puncak berbentuk bekisar. Di bawahnya terdapat hiasan sulur berupa gelang-gelang emas sepanjang 1,5 meter. Di puncak Pagoda, terdapat puluhan lonceng sebagai penghias yang akan berdentang jika tertiup angin.
Berada di sekitar Pagoda ini membuat Anda berasa seperti di luar negeri. Bagi Anda yang tidak beragama Buddha, Anda bisa berfoto di pagoda ini, sedangkan bagi Anda yang beragama Buddha, tempat ini dapat menjadi tempat persembahyangan yang menenangkan dan menenteramkan. Untuk masuk ke dalam Pagoda, para pengunjung harus melepas alas kakinya. Aturan lain seperti tidak boleh memotret dengan kamera handphone jika berada di dalam Pagoda dan tidak boleh makan atau minum selama berada di areal Pagoda merupakan aturan umum yang harus dipatuhi oleh para pengunjung.
Seperti halnya berada di dalam tempat ibadah Buddha lainnya, Anda akan langsung mencium harumnya bakaran hio. Suasana di dalam Pagoda begitu teduh dan tenteram. Walaupun pengunjung banyak, tetapi mereka mampu dengan kesadarannya menjaga ketenangan di tempat itu layaknya tempat beribadah lainnya. Di dalam Pagoda, tepat di tengah-tengah ruangan, Anda dapat melihat empat patung Buddha yang terbuat dari marmer.
Jika Anda sudah puas berkeliling di sekitar Pagoda, Anda bisa mengunjungi taman yang berhiaskan berbagai macam bunga dan pohon yang tertata rapi. Patung-patung bikhu mempercantik taman ini. Hijau dedaunan dan suasana alam akan menemani jalan-jalan Anda di objek wisata ini.

Objek Wisata Relegi di Indonesia


Bangsa Indonesia adalah negeri yang kaya keragaman budaya. Agama Islam, satu diantara beberapa agama yang tumbuh dan berkembang di tanah air. Sejak lama Islam memberi pengaruh dalam berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia.

Masuknya agama dan kebudayaan Islam di Indonesia membawa pengaruh, baik terhadap bentuk nilai, norma, adat istiadat maupun dalam bentuk hasil-hasil kebudayaan. Peninggalan-peninggalan sejarah bercorak Islam di Indonesi dapat kita lihat dalam berbagai bentuk. Bentuk peninggalan sejarah Islam antara lain tampak dalam seni bangunan, seni aksara dan seni rupa, seni sastra, serta tradisi dan upacara. Semuanya bisa kita saksikan di tempat-tempat wisata daerah setempat.

Secara umum, tempat wisata di Indonesia yang mendapat pengaruh agama Islam dibagi menjadi tiga, yaitu, masjid, keraton, serta nisan dan makam. Tiga jenis daya tarik wisata tersebut berhasil menyedot minat wisatawan, baik wisata religi agama Islam maupun wisata pendidikan. Berikut ini daftar tempat wisata agama Islam di Indonesia.

Daftar Tempat Wisata Masjid Bersejarah di Indonesia

Masjid merupakan tempat ibadah bagi umat Islam. Masjid-masjid kuno yang berasal dari masa perkembangan Islam di Indonesia menarik kunjungan wisatawan dari dalam dan luar negeri. Masjid tersebut antara lain:

Masjid Agung Demak di Demak, Jawa Tengah
Masjid Menara Kudus di Kudus, Jawa Tengah
Masjid Agung Banten, Banten
Masjid Agung Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat
Masjid Agung Jogja, DI Yogyakarta
Masjid Agung Surakarta, Jawa Tengah
Masjid Sendang Dhuwur di Tuban, Jawa Timur
Masjid Sunan Ampel, Surabaya, Jawa Timur
Masjid Baiturrahman Aceh, NAD
Masjid Muara Angke di Jakarta
Masjid Katanga, Makassar, Sulawesi Selatan 
dan lain-lain

Mengapa masjid Indonesia dikunjungi oleh turis asing? Karena masjid Indonesia itu unik. Keunikan tersebut memberi ciri khas bagi setiap obyek wisata yang berupa masjid. Ciri khas bangunan kuno tempat wisata masjid di Indonesia adalah sebagai berikut:

- Atap masjid berbentuk tumpang, yaitu atap yang bersusun, semakin ke atas semakin kecil, dan yang paling atas berbentuk limas. Jumlah tumpang umumnya ganjil, yaitu 3,5, dan seterusnya.
- Di kiri dan kanan bangunan masjid terdapat menara sebagai tempat menyerukan azan.
- Masjid agung terletak di dekat istana atau pusat pemerintahan.
- Pintu gerbang masjid dilengkapi dengan gapura seperti pada keraton atau candi.
- Masjid di Indonesia dilengkapi dengan bedug dan kentongan.
- Di sekitar masjid biasanya terdapat tanah lapang yang disebut alun-alun dan biasanya masjid didirikan di tepi barat alun-alun.

Alun-alun merupakan salah satu tempat wisata murah di Indonesia dan dimiliki oleh setiap kota atau kabupaten. Pada jaman dulu, alun-alun berfungsi sebagai tempat kegiatan pertemuan sultan dengan rakyat dalam upacara-upacara tertentu, tempat latihan perang bagi para prajurit kerajaan, dan tempat perayaan pesta tertentu. Alun-alun saat ini berfungsi rekreatif, yaitu sebagai tempat hiburan bagi rakyat dari berbagai kalangan.

Daftar Tempat Wisata Keraton Islam di Indonesia

Keraton merupakan tempat tinggal raja atau sultan beserta keluarganya. Peninggalan tempat wisata yang berupa keraton tersebar hampir di seluruh Indonesia. Beberapa obyek wisata keraton yang terkenal diantaranya adalah sebagai berikut:

Keraton Kesultanan Aceh
Keraton Kesultanan Delhi
Istana Maimun di Medan
Keraton Kasepuhan Cirebon
Keraton Kanoman Cirebon
Keraton Kasultanan Yogyakarta
Keraton Pakualaman Yogyakarta
Keraton Kasunanan Surakarta
Keraton Mangkunegaran Surakarta
Keraton Raja Gowa, Makassar
Istana Kerajaan Ternate, Maluku Utara 
dan lain-lain

Sekedar info saja, fungsi keraton di Indonesia saat ini lebih banyak dijadikan tujuan liburan bagi siswa-siswi sekolah. Padahal pada zaman dulu fungsi keraton menjadi pusat kehidupan masyarakat setempat. Fungsi keraton pada masa kerajaan Nusantara antara lain sebagai berikut:

- Sebagai tempat kediaman raja beserta keluarganya.
- Sebagai pusat pemerintahan.
- Sebagai pusat kegiatan ekonomi karena terdapat pasar kota raja.
- Sebagai tempat pertemuan raja-raja dengan pejabat kerajaan.
- Sebagai tempat pelestarian kebudayaan dan kesenian.

Seni arsitektur yang unik tampak dalam bangunan obyek wisata keraton di Indonesia. Seni bangunan tersebut pada umumnya memadukan seni asli Indonesia dan pengaruh kolonialisme bangsa Belanda. Ciri-ciri bangunan keraton di Indonesia adalah:

- Pada umumnya keraton di Indonesia menghadap utara.
- Bangunan utama keraton di kelilingi padar tembok yang tinggi atau berupa sungai kecil buatan.
- Di depan keraton terdapat alun-alun dan di sebelah alun-alun terdapat masjid agung. Sedangkan di sebelah timur alun-alun terdapat penjara. 
- Pintu gerbang keraton dibuat gapura megah dengan pintu yang kokoh.


Daftar Tempat Wisata Nisan dan Makam Bersejarah di Indonesia

Liburan tidak harus ke tempat keramaian. Ada juga wisatawan yang lebih suka mengunjungi makam dan nisan tokoh bersejarah. Nisan adalah bangunan kayu atau batu yang ditanam di atas kubur dan merupakan tanda sebuah makam. Nisan biasanya dilengkapi dengan jirat (kijing) dan cungkup. Berikut ini daftar tempat wisata di Indonesia yang memiliki nilai sejarah berupa nisan antara lain:

Nisan Fatimah Binti Maemun di Leran, Gresik
Nisan Sultan Malik Al Saleh di Samudra Pasai
Nisan Maulana Malik Ibrahim di Gresik
Nisan di Moloyo dan Trowulan, Mojokerto
Nisan di Munje Tujoh di Banda Aceh 
dan lain-lain

Selain nisan, tempat wisata sejarah juga berupa makam. Makam adalah tempat dikuburkannya orang yang telah meninggal dunia. Makam kuno pada masa perkembangan Islam biasanya terletak di atas bukit dan dilengkapi dengan cungkup. Berikut ini beberapa tempat wisata yang memiliki daya tarik berupa makam kuno:

Makam dan gapura Sendhang Dhuwur di Tuban
Makam Sunan Bayat di Klaten
Makam Putri Suwari di Gresik
Makam Malik Al Saleh di Samudra Pasai
Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim di Gresik
Makam Sunan Giri di Gresik
Makam Sunan Ampel di Surabaya
Makam Sunan Kudus di Kudus
Makam Sunan Muria di Jepara
Makam Sunan Kalijaga di Demak
Makam Sunan Bonang di Tuban
Makam Sunan Drajat di Lamongan
Makam Sunan Gunung Jati di Cirebon 
dan lain-lain

Itulah informasi yang bisa kami bagi kali ini dalam hal daftar tempat wisata sejarah agama Islam di Indonesia. Mengingat Indonesia adalah negara yang luas, sangat mungkin kami terlewat menuliskan tempat-tempat wisata sejarah Islam yang ada di lokasi Anda. Semoga bermanfaat.

Wisata Relegi di Masjid Ajaib, Malang


Berwisata religi ke "Masjid Ajaib", yang berlokasi di Jalan KH Wahid Hasyim, Gang Anyar RT 27 RW 06 Desa Sanarejo, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menjadi tempat wisata religi favorit bagi semua kalangan, baik kaum muslim dan non muslim.
Sebenarnya, di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan kota Batu) terdapat berbagai lokasi wisata. Namun, untuk "Masjid Ajaib" ini terus didatangi para wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia. Bahkan ada yang datang secara khusus dari luar Jawa, seperti Kalimantan dan Sumatera.
Setiap hari wisatawan yang datang mencapai ribuan orang. Mereka tak hanya datang dari daerah di Jawa Timur, ada wisatawan yang dari luar Jawa. Wisatawan yang datang itu, hanya ingin mengetahui "Masjid Ajaib" tersebut.
Wisata religi yang diberi nama "Masjid Ajaib" itu sebenarnya bukan masjidnya yang ajaib, tiba-tiba muncul secara tiba-tiba, tanpa ada yang membangunnya. Dikatakan "Masjid Ajaib", karena para wisatawan yang memberi nama, ditambah bangunannya luar biasa, berarsitektur ala Timur Tengah.
Sebenarnya, "Masjid Ajaib" itu, adalah bangunan Pondok Pesantren (Ponpes) Syalafiyah Bihaaru Bahri' Asali Fadlaairil Rahmah, yang didirikan oleh KH Ahmad Bahru Mafdlaluddin Sholeh Al Mahbub Rahmat Alam atau yang umum dikenal Romo Kiai Ahmad.
Bangunan Ponpes tersebut memang tergolong unik, antik dan megah. Di dalam Ponpes tersebut, berdiri bangunan dengan arsitektur gaya Timur Tengah, berlantai tujuh. Hampir setiap temboknya, terdapat ukuran dan kaligrafi Arab. Di dalam ponpes tersebut, juga tersedia kolam renang, dilengkapi perahu, yang hanya khusus untuk dinaiki wisatawan anak-anak.
Tak hanya itu, di dalam komplek Ponpes itu, juga terdapat berbagai jenis binatang seperti kijang, monyet, kelinci, aneka jenis ayam dan burung. Di sekeliling Ponpes juga berdiri berbagai bangunan kecil seperti menara yang ada di setiap masjid.
Sejak mencuat kabar "Masjid Ajaib" itu, muncul wacana bahwa "Masjid Ajaib" itu dibangun oleh pasukan jin. Namun kabar tersebut tidak dibenarkan oleh para pengurus Ponpes. Para pengunjung tak hanya kaum muda, lulusan SMA, namun juga ratusan ibu-bapak dari jamaah pengajian di daerahnya masing-masing.
Keunikan bangunan mencakar langit itu, yang dibangun mulai dari bawah tanah itu, tepatnya dilantai tiga, ada tiang penyangga dari seluruh bangunan, yang terbuat dari tanah liat. Satu tiang yang dibuat dari tanah liat itu yang menjadi roh atau kekuatan dari seluruh bangunan.
Bangunan yang ada tak terpisahkan dari bangunan lainnya. Setiap bangunan ada tangga untuk melewati bangunan lainnya. Di Ponpes tersebut, santri yang bermukim tak terlalu banyak. Hanya ada ratusan santri saja.
Di dalam bangunan tersebut, juga ada ruangan aquarium dan perpustakaan berisikan buku-buku Islam. Di ruang Aquarium, juga menjadi rujukan para wisatawan yang datang. Pemeluk agama apa pun, boleh datang dan masuk. Pihak pengelola senang menyambutnya. Hal itu sesuai dengan keinginan pendiri. Karena bangunan ini bukan masjid. Siapa pun bebas masuk. Bangunan ini adalah Pondok pesantren.  
Adapun tujuan Romo Kiai Ahmad mendirikan Ponpes tersebut untuk dikunjungi semua orang, baik umat Islam dan non Islam. Manfaat datang ke sini, siapa yang punya penyakit hati, kalau masuk ke pondok ini, dengan izin Allah, bisa sembuh penyakit hatinya. 
Para pengujung setiap harinya mencapai ribuan. Untuk masuk ke Ponpes wisata religi tersebut, tidak dikena biaya apa pun. Parkir saja gratis. Hanya setiap pengunjung diminta untuk mengambil kartu masuk dan kalau hendak pulang, diharapkan wisatawan menukar kartu masuk ke kartu keluar.
Para pengunjung juga diminta untuk menuliskan pesan-kesannya, setelah keliling dibangunan menjulang tinggi tersebut. Tujuannya, kalau ada kekurangan, pihak petugas pondok bisa melakukan evaluasi, agar wisatawan lebih nyaman kalau datang kembali.
Selain menikmati keindahan dan keantikan bangunan, wisatawan juga bisa berziarah ke makam pendiri, yang tak jauh dari pusat bangunan tersebut. Sepanjang jalan di depan pintu gerbang masuk "Masjid Ajaib" tersebut dijual berbagai jenis kerajinan dan aneka buah khas Malang, sebagai oleh-oleh untuk wisatawan yang berkunjung. Sejak Ponpes tersebut dikenal banyak orang dengan sebutan Masjid Ajaib, juga menjadi berkah bagi warga sekitar. Mereka bisa berjualan di sepanjang jalan menuju bangunan "Masjid Ajaib" tersebut.

 
Copyright © 2014 Travelinews